Tentang kopi

image

Tentang kopi,
Bukan suatu hal yang sulit disediakan bila sekarung masalah bisa kupikul sendiri…
Bukan suatu hal yang istimewa di hati bila memang telah rutin tersaji…
Bukan suatu hal yang indah bila disejajarkan dengan ragam minuman penghapus letih…

Tentang kopi,
Adalah tentang rasa diri
Aroma ikhlas mengabdi
Menepati janji hidup sehati
Dan nikmatnya kan terukir abadi

image

image

TENTANGMU

kangen… 
menemuimu disendiriku
bercerita mengadukan kisahku
bersandar meletakkan lelahku
basahi bajumu dengan airmataku

selama malam tak terganti pagi, 
biarku meringkuk di kuatnya pelukmu
hangati hati dengan cintamu
aman terjaga olehmu
pulas kau ukir senyumku

ibamu harapanku
akan lara yang ingin terobati
karena sengitnya hari ini menghujam
meninggalkan kehancuran dijiwa
dan sekaratku memanggilmu datang

lemah hilang kendali olehmu
keluh usang memudar karenamu
terangkat beban melayang bebas
hingga rasa lama ini kembali hadir
Toh ku masih saja terus kangen kamu

sUAtU kEtiKa

Bila sudah waktunya
Kutanggalkan beban dan asa
Terputus sudah amal usaha

Rahasia terbuka sia sia
Janji terucap percuma 
Niat membatu di pusara

Menjejak tanpa jejak
Berkata tanpa suara
Melihat tanpa terlihat

Barangkali aku diikat kepongahanku
Mungkinku dililit kikir dan nafsuku
Bisajadi ku dicambuki kefakiran taatku

Penyesalan mungkin akan datang..
Diiringi ramai tangisan atau rasa kasihan
Bahkan umpat dan tawa senang

Hanya disaat itu..
Ya Robbi… Ijinkanlah…
Kubingkai senyum di bangkaiku…

Fur Jez n Mir

Gaun putih melekat ketat 
Mengekang hasrat dalam kebinasaan
Memutus ikrar kasih dan persaudaraan

Dari jauh kuutus ruhku,
Membangunkan ingatan yang dilupakan
Mengaburkan pengkhianatan tak terungkap

Karena mencari cinta tak mudah
Meski hanya dengan secawan dusta
Kaucuri nafas yang dibekukan waktu

Mari sayang mendekat dan dekapku erat
Biar kucium dirimu, dengan bibir ini..
Yang kau racuni pagi tadi.

Rupa

Gelandangan serupa aku
Tersereok tanpa alas dikaki dan kepala
Bau peluhnya senada onggokan tai babi
Berdaki sebagai ciri dan identitas diri

Gelandangan serupa aku
Mengharap belas dari pencurah rizki
Menghamba bungkuk hingga lupa cara berdiri
Menghiba hingga timbul buih dilekuk bibir

Gelandangan
Lelah berjalan namun setia
Capai meminta namun senantiasa
Bosan merasa namun tiada daya
Keringat panas
Luka kering
Angin dingin
Caci hina
Rasa takut
Malam kalut
Seiris roti
hujan sejuk
Sampah lezat
Pohon teduh
Toh akhirnya ikhlas merasai
Merasai nikmat luar biasa
Biasa dengan irama hidup
Hidup anugrah Yang Kuasa
Gelandangan serupa aku….

18/3/2016